Dari Syria, Nabi Ibrahim membawa Hajar dan Ismail, menyusuri padang pasir yang kering dan menyengat. Dalam terik matahari di tengah tengah padang pasir yang kering kerontang, Nabi Ibrahim, menunggang unta bersama Siti Hajar. Perjalanan agak sukar, namun hal itu tidak menghambat perjalanan mereka. Sepanjang perjalanan, dikuatkan hatinya untuk terus bertawakal. Dia yakin, Allah tidak akan menganiaya hamba-Nya. Pasti ada hikmah di balik perintah itu. Berbulan bulan perjalanan, tibalah mereka di Makkah. Nabi Ibrahim masih juga berjalan hingga mereka tiba di sebuah lembah di tengah tengah padang pasir. Lembah ini sunyi sepi. Sepanjang mata memandang, tak ada pepohonan bahkan mata air sebagai syarat utama kehidupan. Tapi Ibrahim tak punya pilihan lain. Allah telah memilih tempat ini sebagai tempat tinggal Hajar dan anaknya Ismail. Inilah tempat yang ditunjuk Allah menjadi daerah berlindung anak istrinya. Nabi Ibrahim turun dari untanya dan mengikat tali unta di sebatang pokok tamar.